KUNJUNGAN KERJA MENTRI LINGKUNGAN HIDUP / KEPALA BPLH KOLABORASI MEMAJUKAN KONSERVASI DAN WISATA EDUKATIF KAWASAN DANAU MAHAKAM DESA PELA
Kutai Kartanegara, 2025 — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif, menegaskan bahwa pihaknya bersama Bupati Kutai Kartanegara dan Gubernur Kalimantan Timur akan menggunakan seluruh kewenangan untuk mengambil langkah antisipatif demi menjaga ekosistem kawasan Sungai Pela dan Danau Semayang.
"Kami akan bersama-sama mengatur ekosistem ini agar tidak rusak, menjaga agar tidak ada aktivitas yang tidak ramah lingkungan, serta mengambil langkah preventif dan pre-emptif terhadap aktivitas yang menyebabkan kematian pesut. Kami juga akan segera melakukan pemetaan (mapping) pengawasan lingkungan terhadap seluruh aktivitas di hulu Sungai Pela," tegas Menteri Hanif dalam kunjungan kerjanya di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pela sekaligus pengelola Desa Wisata Pela, Alimin, menyampaikan bahwa tidak ditemukan kasus kematian pesut di wilayah Sungai Pela dalam lima tahun terakhir, sejak 2020 hingga 2025. Ia menyebut populasi pesut di Sungai Mahakam dan Sungai Pela saat ini relatif seimbang, yakni berjumlah 62 ekor per 2024. Namun, kematian pesut masih terjadi di Sungai Mahakam akibat padatnya lalu lintas air dan penurunan kualitas air.
Menteri Hanif turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya konservasi pesut Mahakam. Ia mendorong agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengintegrasikan langkah-langkah konservasi ini ke dalam kebijakan bersama, termasuk penanganan limbah, pengaturan lalu lintas air, dan penegakan hukum.
Menutup kunjungannya, Menteri Hanif secara resmi menetapkan Desa Pela sebagai Desa Konservasi dan Wisata Edukatif, serta mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menyelamatkan pesut Mahakam sebagai satwa endemik yang kini terancam punah.